
Maaf ya sayang.
Maaf ya bu.
Sori, bro! Atau dengan bahasa daerah,
nyuwun pangapunten,misalnya.
Yang saya sebutkan tadi merupakan contoh kalimat pernyataan maaf. Maaf itu apa sih?
Maaf ya bu.
Sori, bro! Atau dengan bahasa daerah,
nyuwun pangapunten,misalnya.
Yang saya sebutkan tadi merupakan contoh kalimat pernyataan maaf. Maaf itu apa sih?
Saya yakin kita sudah tahu apa arti
maaf. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang paling dekat artinya adalah
ungkapan permintaan ampun atau penyesalan. Yap! Maaf itu merupakan ekspresi
penyesalan. Merasa bersalah terhadap hal yang sudah diperbuat dan berharap
keadaan kembali netral atau stabil.
Lalu? Gimana kalau ada orang yang (dengan egoisnya) bilang: “Tiada maaf
bagimu!”
Dalam pemahaman saya, saat ada orang
yang menyatakan 'tidak memaafkan', maka kita pihak yang meminta maaf telah
gugur kewajiban. Artinya, saat kita berbuat salah atau orang lain merasa kita
salah, tugas kita hanyalah meminta maaf dengan tulus dan pastinya tidak
mengulangi kesalahan itu. Sisanya adalah tanggung jawab yang dimintai maaf.
Lho, kok gitu?
Eits, jangan salah, kita boleh 'berantem' kok. Paling lama tiga hari. Setelah
tiga hari, orang itu wajib memaafkan. Berat memang, karena itulah orang yang
mudah memaafkan tergolong orang yang mulia.
Terkadang kita melihat orang yang sudah menyatakan, “Gue udah maafin
elo!” atau ungkapan memaafkan lain tapi orang itu masih saja sensitif
terhadap orang yang bersalah padanya.
Kenapa itu terjadi?
Berbuat salah itu ibarat kita sedang 'memaku di sebuah dinding'. Dan orang yang
kita 'salahi' adalah dinding tersebut. Saat orang memaku dinding, entah sedikit
atau banyak (baca: dalem) pasti berbekas. Seperti itulah kesalahan. Pasti
berbekas di hati orang. Padahal sebuah peristiwa yang diwarnai dengan emosi
akan selalu teringat bahkan sampai ke dalam pikiran bawah sadar.
Mungkin ada yang pernah mengalami kejadian seperti ini? Lagi jalan-jalan,
misalnya, tiba-tiba mencium parfum orang yang lewat, lalu mendadak
jengkel, gedeg, empet banget. Detik berikutnya,
ingatan kita melayang ke masa lalu dimana kita memiliki pengalaman dengan orang
yang kita percaya atau sayang but, he/she stabbed us in the back!
Nah, itu salah satu contoh mekanisme pikiran bawah sadar kita. Pikiran bawah
sadar otomatis merekam kejadian yang berkesan buat kita. Baik kesan negatif
atau positif.
Gimana dong? Gimana cara biar gak ngerasa gitu lagi?
Caranya, pahamilah kesalahan orang itu. Dan mengertilah bahwa kesalahan orang
bukanlah orang itu sendiri.
Pahamilah kesalahannya. Tidak ada orang jahat, kejam atau label-label
negatif lainnya di dunia. Yang ada cuma orang baik yang belum mengerti. Sadari
yang orang lain lakukan itu berdasarkan nilai-nilai dan pengalaman yang dia
punya. Isi selalu pikiran kita kalau semua orang pasti punya niat baik di
segala perbuatan.
Kesalahan bukanlah orang itu sendiri. Orang cenderung memberi label
buruk pada orang lain saat melakukan satu kesalahan. Belajar menetralisir
kesalahan orang yang melibatkan perasaan atau kepercayaan adalah hal yang
penting. Tidak hanya baik untuk orang tersebut tapi juga untuk diri kita
sendiri.
Bagi pihak yang meminta maaf pun, tidak perlu khawatir.
Kenapa?
Karena siapapun orangnya, saat kita berbuat salah baik sengaja maupun tidak,
yakin orang tersebut mau memaafkan. Hal ini berkaitan dengan hati
nurani yang tentunya dimiliki oleh tiap orang untuk memaafkan terhadap
siapapun atau apapun kejadiannya.
Bagaimana dengan waktu? Bagaimana bila lebih dari 3 hari?
Saat waktu berlalu lebih dari tiga hari, bukan berarti semua berakhir. Semua
orang menginginkan hubungan yang baik terhadap orang lain. Di saat seperti ini,
yakinlah maaf itu akan muncul dalam waktu yang tidak lama. Walau mungkin tanpa
diucapkan.
Kata maaf tidaklah harus menunggu Ramadhan atau Lebaran, ada baiknya kata
ini juga diucapkan ketika kita berbuat salah. Seperti itulah yang baik, jangan
kita hindari karena kita sendiri tidak tahu apakah kita punya waktu untuk
meminta maaf?
Terkadang kita sulit memaafkan seseorang terutama yang kesalahannya
amat besar. Karena meski hanya terdiri dari empat huruf MAAF… terkadang orang
sangat sulit dan kaku mengucapkannya, jadi baiknya daripada menunggu orang lain
minta maaf , lebih baik kita minta maaf terlebih dahulu ke orang yang pernah
kita sakiti atau kalau perlu kita memaafkan. Ini mungkin terlihat sulit, namun
kita harus yakin bisa mengucapkannya.
Ada satu petikan kata di sebuah buku yang saya baca mengatakan ini tentang
MAAF…
“Kembali lagi pada hukum alam, semua yang ada didunia ini hanya milik
Allah. Sesuatu yang kita punya semata-mata hanya titipan atau amanah dariNya,
dan manusia tidak layak untuk merasa kehilangan. Maaf itu sangat mulia, jika
yang dimintai maaf memberi maaf itu maka Dia lebih mulia dari yang meminta
maaf”….
Maaf, satu kata
berjuta makna…. (^_^)v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar